i Blogger and U?

from X-periment to X-perience

2011
18Juli

Budaya Instan dan Dokumentasi yang lengkap (bagian 2)

di-publish pada 18 Juli 2011, ditampilkan sebanyak 293x

Share posting ini di:
Share on Facebook Reddit Del.icio.us Digg Technorati Slashdot Google Bookmarks Mixx Blinklist Yahoo MyWeb

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan singkat sebelumnya Budaya Instan dan Dokumentasi yang lengkap (bagian 1). Titik berat saya sebenarnya adalah sebisa mungkin supaya kita bisa mengurangi budaya instan dalam proses belajar. Disadari atau tidak nampaknya budaya instan juga telah menghinggapi dunia pendidikan. Siswa (atau mahasiswa) maunya belajar cepat tapi bisa langsung "pintar" dan bisa ini itu. Melihat orang yang "expert" terpesona dan terkesima tapi tak mau tahu bagaimana prosesnya kok dia sampai menjadi seorang "expert". Maunya langsung jadi sehingga buku-buku dan situs yang menawarkan "cepat kaya", "cepat ini", "cepat itu" cukup laris diserbu.

Kembali ke masalah dokumentasi, tentu saja dokumentasi yang lengkap akan memudahkan orang untuk belajar. Dan jangan khawatir karena kalau toh Sang Pembuat tidak mampu memberikan dokumentasi yang sangat lengkap, asalkan produk yang dibuatnya itu Open Source maka kemungkinan besar akan ada pihak lain yang membuat. Tapi biasanya produk Open Source didukung oleh komunitas yang kuat. Saya beberapa waktu ini kebagian kerjaan "oprek-oprek" WordPress dan disesuaikan dengan kebutuhan yang diminta. Kalau biasanya dengan beberapa contoh dari theme yang sudah ada masalah bisa diatasi tapi untuk kerjaan yang ini mintanya agak kompleks sehingga harus membaca dokumentasi WordPress supaya proses "oprek-oprek" menjadi lebih mudah. Alhamdulillah akhirnya bisa selesai berkat dukungan dokumentasi yang lengkap dari pihak WordPress (dan bantuan dari komunitas tentunya).

Random Artikel: