i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Profile / Portofolio Pro 2

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 2, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

Template Toko Online: Shopper

SHOPPER adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping cart, det [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 2

URL Shortener Complete 2 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

2011
18Juli

Budaya Instan dan Dokumentasi yang lengkap (bagian 2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan singkat sebelumnya Budaya Instan dan Dokumentasi yang lengkap (bagian 1). Titik berat saya sebenarnya adalah sebisa mungkin supaya kita bisa mengurangi budaya instan dalam proses belajar. Disadari atau tidak nampaknya budaya instan juga telah menghinggapi dunia pendidikan. Siswa (atau mahasiswa) maunya belajar cepat tapi bisa langsung "pintar" dan bisa ini itu. Melihat orang yang "expert" terpesona dan terkesima tapi tak mau tahu bagaimana prosesnya kok dia sampai menjadi seorang "expert". Maunya langsung jadi sehingga buku-buku dan situs yang menawarkan "cepat kaya", "cepat ini", "cepat itu" cukup laris diserbu.

Kembali ke masalah dokumentasi, tentu saja dokumentasi yang lengkap akan memudahkan orang untuk belajar. Dan jangan khawatir karena kalau toh Sang Pembuat tidak mampu memberikan dokumentasi yang sangat lengkap, asalkan produk yang dibuatnya itu Open Source maka kemungkinan besar akan ada pihak lain yang membuat. Tapi biasanya produk Open Source didukung oleh komunitas yang kuat. Saya beberapa waktu ini kebagian kerjaan "oprek-oprek" WordPress dan disesuaikan dengan kebutuhan yang diminta. Kalau biasanya dengan beberapa contoh dari theme yang sudah ada masalah bisa diatasi tapi untuk kerjaan yang ini mintanya agak kompleks sehingga harus membaca dokumentasi WordPress supaya proses "oprek-oprek" menjadi lebih mudah. Alhamdulillah akhirnya bisa selesai berkat dukungan dokumentasi yang lengkap dari pihak WordPress (dan bantuan dari komunitas tentunya).