i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Online Shop Basic 1

Online Shop Basic 1 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 2

URL Shortener Complete 2 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Aplikasi Web: Custom X

Aplikasi Web Custom X, software berbasis web dinamis dengan fitur utama adalah pembuatan SURVEY dan/atau POLLING dengan jumlah yang tidak dibatasi. Selain itu aplikasi ini juga memiliki [...]

Aplikasi Web: WebReview-Series 2

Web Review-Series 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Web Review-Series 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini adalah theme yang respons [...]

2010
16Mei

Devide et Impera Terus Berkembang

Post category: Default Category

Anda pasti sudah mengenal apa itu Devide et impera! Sejak SD kita udah diperkenalkan dengan istilah ini oleh guru-guru kita dalam pelajaran Sejarah (PSPB atau apalah namanya). Dengan cara inilah para penjajah dapat menguasai sedikit demi sedikit wilayah-wilayah Nusantara karena para penduduknya saling bertengkar satu sama lain sehingga persatuan Nusantara pun tercabik-cabik dan tak memiliki kekuatan lagi sehingga mudah dipatahkan oleh para penjajah.

OK, itu kan pelajaran sejarah! Tapi coba Anda perhatikan kondisi di sekitar kita saat ini dan beberapa tahun ke belakang. Apakah devide et impera memang udah benar-benar lenyap dari Bumi Pertiwi Indonesia? Saya akan mencoba sedikit membahas sebagai apa yang disebut sebagai "devide et impera gaya baru", utamanya yang berkenaan dengan kondisi umat Islam. Anda boleh setuju dan boleh ga setuju dengna tulisan ini tapi yang jelas inilah pandangan saya tentang umat Islam saat ini.
Sedikit flash back ke jaman Perang Aceh di mana saat itu Belanda sangat kesulitan menaklukan daerah Aceh dan hampir selalu berakhir dengan kegagalan. Melihat kegagalan yang terus menerus dialaminya, akhirnya pihak Belanda mencoba cara lain dengan mengirimkan seorang peneliti bernama Dr. Snouck Hugronje untuk meneliti dari dalam mengapa rakyat Aceh begitu tangguh dan susah ditaklukan.

Dr. Snouck Hugronje masuk ke Aceh dengan berpura-pura menjadi seorang muallaf (orang yang baru saja masuk agama Islam) dan tinggal bersama-sama penduduk Aceh. Bahkan ia juga sempat naik haji ke Mekkah. Karena ia telah ???dianggap??? beragama Islam, maka ia dapat dengan mudah menghadiri berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang Islam. Bersamaan dengan itu, ia pun senantiasa meneliti dan mengamati tentang apa yang menjadi sumber kekuatan orang Islam di Aceh.

Sekian lama ia meneliti, akhirnya ditemukan cara untuk melemahkan kekuatan orang-orang Islam yaitu dengan "mengajak" orang-orang Islam untuk fokus kepada ibadah ritual (seperti sholat, puasa dll) dan melupakan ibadah yang lain. Seperti seorang provokator, Dr. Snouck Hugronje menyebarkan faham bahwa yang penting adalah ibadah kepada Allah SWT. Pendek kata, umat Islam disibukkan mengurusi masalah ibadah dan memperdebatkan hukum-hukum dalam ibadah, apa ini boleh apa itu haram dll serta masalah-masalah khilafiah yang sampai kiamat pun mungkin ga akan dapat dipersatukan.

Akhirnya dengan cara itu, kekuatan umat Islam pun lambat laun mengalami penurunan. Antara umat Islam yang satu dengan yang lainnya seolah-oleh seperti "musuh". Dalam situasi semacam ini, Belanda mengadakan serangan lagi dan akhirnya mereka berhasil menaklukan Aceh yang selama ini sangat merepotkan mereka. DAN SEPERTINYA STRATEGI SEMACAM INI JUGA TELAH DITERAPKAN OLEH ORANG-ORANG KAFIR JAMAN INI DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI.

Tak usahlah berbicara tentang umat Islam sedunia, di Indonesia pun juga udah banyak yang kena dampaknya. Lihatlah betapa banyak golongan dan firqah di antara umat Islam sendiri. Masing-masing mengaku paling benar dan menganggap dirinyalah yang bakalan masuk surga. Bukannya mencari titik persamaan, tapi malah perbedaan-perbedaan kecil-lah yang justru dibesar-besarkan.
Secara tak sadar, seolah -olah umat Islam telah dikotak-kotakkan dengan adanya pengklasifikasian yang entah siapa yang membuatnya. Tapi biasanya yang paling demen membuat klasifikasi adalah orang-orang Barat yang "katanya" untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Sekarang ini muncul yang namanya entah itu Islam Moderat, Islam Tradisional, Islam Fundamental, Islam Ekstrim, Islam Garis Keras, Islam Modern, atau Islam Liberal. Atau lebih khusus lagi di Republik ini, kita dengar di sana sini orang-orang menyebut umat Islam berdasarkan organisasi yang diikutinya. Muncullah istilah Islam Muhammadiyah, Islam NU, Islam FPI, Islam HTI dan Islam yang lain.

Namun adanya berbagai macam golongan "aneh" ini telah diprediksikan oleh Rasulullah SAW bahwa umat Islam pada akhir jaman akan terpecah menjadi 73 golongan dan semuanya masuk neraka alias sesat dan hanya satu yang masuk surga yakni yang memegang teguh ajaran Islam sesuai dengan Al Qur"an dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Jadi berhati-hatilah ketika akan ikut golongan/organisasi tertentu agar jangan sampai salah pilih. Terakhir, mintalah pertolongan Allah SWT agar kita selalu berada di jalan lurus sesuai Qur"an dan Sunnah.


No comments...
>> Comments closed. <<