i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Profile / Portofolio Pro 2

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 2, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Aplikasi Web: Custom Form

Aplikasi Web Custom Form, software berbasis web dengan fitur utama adalah pembuatan DYNAMIC FORM (form web dinamis). Form ini terdiri dari berbagai jenis field, seperti field input text [...]

Profile / Portofolio Pro 1

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 1, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

One-Page Portofolio / Gallery 2

One-Page Portofolio / Gallery 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini a [...]

2015
19Mar

Facebook jelaskan aturan tentang konten yang dilarang

Facebook menjelaskan aturan tentang pelarangan konten tertentu di jejaring sosialnya, Minggu. Hal ini dilakukan sebagai usaha Facebook untuk mengekang postingan kontroversial seperti dukungan untuk organisasi yang berbahaya dan postingan yang tidak sopan, tanpa merusak statusnya sebagai pusat bagi pengguna untuk berbagi informasi, seperti dilansir Reuters. Jejaring sosial yang memiliki 1,39 miliar anggota ini memperbarui "community standards"-nya dengan memberikan contoh-contoh spesifik konten yang dilarang seperti pengancaman, kata-kata yang berisikan kebencian dan kegiatan kriminal. Facebook sendiri telah lama melarang adanya kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris dari postingan konten dalam layanannya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini menetapkan bahwa pihaknya akan menghapus konten yang menyatakan dukungan untuk kelompok-kelompok tersebut.... detail [...]