i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Toko Online Pro 2

Toko Online Pro 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Toko Online Pro 1 tapi dengan theme/template [...]

Toko Online Barang Digital 1

Toko Online Barang Digital 1 adalah paket full-features aplikasi toko online khusus untuk benda/barang [...]

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun [...]

2009
24Sept

Gerakan Open Source dan Hubungannya dengan Kebebasan yang Bertanggung Jawab

kategori posting: GNU/Linux
telah ditampilkan sebanyak 4383 kali

Dulu waktu SD, saya pernah dikasih pelajaran PPKn yang salah satu materinya adalah tentang kebebasan yang bertanggung jawab. Maknanya lebih kurang adalah kebebasan yang dilakukan dengan mematuhi aturan-aturan yang ada. Jadi, bukan bebas sebebas-bebasnya sehingga hanya menguntungka diri sendiri dan merugikan orang lain. Sejak reformasi bergulir, bangsa Indonesia nampaknya mengalami euforia kebebasan di berbagai segi kehidupan sehingga sekarang bisa kita lihat bersama betapa kebebasan itu sudah "kebablasan" dan agak susah juga ya untuk membendungnya.

OK, kita kembali ke... laptop! Wualah, kita kembali lagi ke pokok pembicaraan yaitu kebebasan dalam ranah Open Source. Seperti kita ketahui, Open Source di Indonesia identik dengna kata "free" yang biasa diartikan dengan "gratis" alias "tidak pakai duit". Anggapan free yang berarti gratis tidak sepenuhnya salah namun barangkali ada kata lain yang lebih pas untuk mengartikan free dalam ranah Open Source yaitu "bebas". Hal ini bisa kita tilik dari sejarah munculnya gerakan Open Source sendiri yang rata-rata muncul dari orang-orang yang "memberontak" dengan mekanisme monopoli yang dilakukan oleh para produsen software terhadap produk buatannya sehingga orang lain tidak boleh melihat apalagi melakukan modifikasi terhadap software yang bersangkutan. Pokoknya kita tinggal terima jadi dan.....kalau mau pakai ya bayar dong!

Orang-orang "jenius" yang tergerak bergabung dengan komunitas Open Source adalah orang-orang yang memilih jalannya sendiri. Memilih untuk tidak tergantung dengan produsen software (hardware?) tertentu. Mereka tahu konsekuensinya kalau mereka memilih jalan ini yakni mereka harus berusaha sendiri. Dan untungnya ada banyak orang yang memiliki pikiran yang sama semacam ini jadi memilih jalan ini bukan berarti Anda berjalan sendirian. Mereka ini adalah orang-orang yang menggunakan kebebasan yang bertanggung jawab. Mereka memiliki kebebasan untuk memilih dan mereka memilih jalan yang berbeda dari orang-orang kebanyakan. Mereka protes terhadap kebijakan para produsen software (dan hardware?) dan mereka tidak lantas membajak produknya tapi mereka mencoba membuat software versi mereka sendiri dan berkreasi sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Jadi bukan cuman omong doang, kritik sana kritik sini, hujat sana sini tapi mereka menciptakan solusi bagi masalah yang mereka hadapi. Budaya semacam ini mudah-mudahan ke depan bisa segera menyebar ke seantero Indonesia sehingga nantinya tidak kita temui lagi orang yang hanya bisa omdo - omong doang dan do nothing.

Bendera Kebebasan yang ada di dalam dunia Open Source mengakibatkan munculnya (salah satu di antaranya) berbagai macam distribusi (distro) GNU/Linux. Kalau Anda melihat daftar distro-distro yang Anda, pasti bingung deh mau pilih yang mana dan kelihatannya semakin lama kok jumlahnya makin banyak aja. Fenomena kemunculan distro baru bisa disebabkan oleh oleh banyak faktor di antaranya adalah freedom yang diusung oleh komunitas Open Source itu sendiri, Anda tidak puas dengan sesuatu maka buatlah yang baru atau kalau tidak bisa buat yang baru ya buatlah modifikasi yang sesuai dengan keinginan Anda. Semua itu diakomodir oleh komunitas asalkan juga masih mematuhi aturan yang ada di dunia Open Source. Selain itu, orang-orang juga banyak yang memiliki rasa iseng yang tinggi sehingga senang utak-atik sana sini. Distro yang tadinya kayak gini, eh kok ini kurang ya tambah ini ah... akhirnya jadilah distro lain yang tampilan (dan jeroannya) berbeda dari distro asalnya. Meskipun banyak distro baru yang muncul tapi yakinlah bahwa yang bisa bertahan lama hanyalah segelintir saja. Mereka yang bisa bertahan adalah distro-distro yang memiliki konsistensi dan komitmen kuat terhadap Open Source. Distro yang hanya asal-asalan aja, cuman ikut-ikutan trend, tidak didukung komunitas yang kuat tidak akan lama bertahan dan akan habis dimakan waktu.

Sebagai penutup, banyak hal yang bisa kita peroleh dari dunia Open Source yang bisa memajukan industri software. Kebebasan yang dimiliki harus digunakan dengan memperhatikan aturan yang telah dibuat. Kita harus menghargai hasil karya orang lain yang sudah susah payah berjuang menghasilkan sesuatu produk. Komunitas Open Source mengajarkan kita untuk produktif dan tidak bergantung 100% pada produsen software negara lain. Untuk mencapai hal itu memang tidak mudah dan masih banyak yang harus dibenahi. Siapkan skill dan ketrampilan untuk menghadapinya!!! Jadi siapkah Anda untuk bergabung membangun negeri ini?


Your Reply...

Nama*


Email*


URL Web/Blog


Pesan*


Captcha: 5 + 155 =