i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Online Shop Basic 1

Online Shop Basic 1 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

One-Page Portofolio / Gallery 3

One-Page Portofolio / Gallery 3 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

Aplikasi Web: WebReview-Series 1

Web Review-Series 1 adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda yang ingin membuat situs yang berisi review dari berbagai hal. Review tentang suatu produk, Review tentang suatu te [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 1

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

2009
11Sept

GNU/Linux itu Susah, Bagaimana Menurut Anda?

Post category: GNU/Linux

Pernyataan semacam ini sering sekali dilontarkan oleh mereka yang baru aja mengenal Si Penguin dan biasanya mereka udah terbiasa klak klik di dunia "Jendela". Sejak awal kemunculannya, Linux emang terkesan susah dan terkesan menyeramkan bagi sebagian besar orang karena masih berupa konsole yang semua perintahnya harus diketikkan sendiri oleh user.

Perlahan namun pasti, perintah-perintah berupa teks mulai dibuat versi "klak klik-nya" dengan kemunculan berbagai macam desktop environtment mulai dari yang sederhana seperi FluxBox, WindowMaker atau yang udah lumayan tidak sederhana seperti KDE, GNOME, XPDE, XFCE dsb. Meski sudah hadir dengan antarmuka "klak klik", masalah lainnya pun masih saja ada. Tidak banyak hardware yang di-support oleh kernel linux karena emang linux bukan "barang" komersial jadi mungkin gak banyak dilirik oleh para vendor besar. Hal ini pun pada akhirnya juga mulai terkikis seiring dengan munculnya "kesadaran" di kalangan vendor yang membuat driver khusus untuk linux. Tak jarang pula para pejuang open source merekayasa sendiri driver untuk produk tertentu sehingga bisa berjalan di linux.

Tak sampai di situ saja karena kendala lain juga masih ada, yakni masalah cara menginstall suatu software. Di linux kita mengenal berbagai macam cara menginstall suatu software. Mau kompilasi sendiri dari dari source code-nya atau menginstall paket-paket yang sudah ada bergantung pada distro yang dipakai seperti .rpm untuk distro RedHat beserta turunannya (contoh mandrake, suse, pclinuxos, fedora dsb), .deb untuk Debian dan "anak-anaknya" seperti Ubuntu, Linux Mint, Knoppix dsb atau .tgz untuk Slackware dan teman-temannya contohnya Slax.

Masalah yang sering bangget dialami adalah soal DEPENDENCY. Suatu paket software gak akan bisa di-install (klo bisa di-install pun gak akan berjalan sebagaimana mestinya), klo paket software yang lainnya yang berhubungan dengannya belum ter-install di sistem linux Anda. Mengapa demikian? Ya, karena aplikasi di linux pada umumnya menggunakan satu atau lebih library yang sama untuk berbagai macam aplikasi yang berbeda-beda. Jadi, gak perlu menginstall satu aplikasi satu library dalam arti kita hanya perlu menginstall satu library saja untuk kemudian akan digunakan oleh berbagai macam aplikasi di kemudian harinya.

Hal ini berbeda dengan mayoritas aplikasi di windoz yang biasanya dalam installer-nya udah disertakan library (biasanya .dll) yang dibutuhkan oleh aplikasi yang berrsangkutan. Dan sering sekali terjadi duplikasi library yang sebenarnya bisa saja dihindari. Karena tiap aplikasi membawa library-nya sendiri-sendiri maka kemungkinan adanya kesamaan fungsi antara library yang satu dengan library yang lain sangat bisa terjadi.

Kendala DEPENDENCY ini akan makin terasa ketika Anda tak memiliki akses internet di desktop linux Anda. Anda pasti harus bolak balik ke warnet ketika DEPENDENCY yang diperlukan suatu aplikasi yang Anda ingin install belom ada di sistem linux Anda. Namun kalau Anda memiliki koneksi internet sendiri di rumah (desktop linux) Anda maka masalahnya menjadi agak lain. Dengan adanya aplikasi yang bernama Synaptic, YAST dkk maka yang Anda perlu lakukan hanyalah click and search dan biarkan mereka yang melakukan instalasi selanjutnya. Kalau ada DEPENDENCY pun aplikasi ini akan men-download-kannya untuk Anda. Kalau gak punya akses internet sendiri maka Anda bisa memanfaatkan DVD Repository yang udah banyak dijual. Jadi, kenapa masih takut dan menganggap bahwa Si Penguin itu menakutkan?


AriPerwiraCom | 22 May 2010
http://id.ariperwira.com
Komentar: Susah kalau ndak makek, MUDAH banget kalo udah pernah nyuba,,,,

admin:
Ya, mungkin bagi sebagian harus dibiasakan (atau dipaksa untuk biasa)..... Kalau mudah bangget mungkin nggak, karena untuk masing2 orang berbeda2 kadar keinginannya untuk mencoba sesuatu yang baru...
>> Comments closed. <<