i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Template Toko Online: Shopper

SHOPPER adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping cart, det [...]

Aplikasi Web: Pre-Order Online Shop

Pre-Order Online Shop adalah paket full-features aplikasi toko online yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis Anda secara online. Fasilitas unggulan yang terdapat pada aplikasi in [...]

One-Page Portofolio / Gallery 3

One-Page Portofolio / Gallery 3 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 1

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

2014
02Juli

Google Glass Dilarang Masuk Bioskop

Baru saja mulai dipasarkan di Inggris, perangkat Google Glass sudah menemui tentangan dari para pengelola bioskop negeri tersebut. Asosiasi bioskop Inggris, Cinema Exhibitor’s Association, akan meminta pengunjung bioskop yang mengenakan Google Glass agar melepaskan perangkat tersebut sebelum memasuki ruang teater. “Pengunjung akan diminta tidak memakai kacamata pintar ini di dalam auditorium bioskop, baik saat film sedang diputar ataupun tidak,” kata chief executive Cinema Exhibitor’s Association Phil Clapp yang dikutip oleh The Independent. Keputusan itu didasarkan pada kekhawatiran bahwa Google Glass bisa dipakai untuk merekam video secara diam-diam. Sebenarnya Glass hanya bisa terus-menerus mengambil gambar selama 45 menit. Namun, sebuah komplotan pembajak film yang beranggotakan lebih dari satu orang bisa menyatukan potongan-potongan gambar untuk menjadi sebuah video utuh. Perekaman di dalam bioskop disebut merupakan sumber terbesar film bajakan, dengan angka mencapai 90 persen. Menanggapi hal ini, Google menganjurkan pengelola bioskop untuk memperlakukan Glass seperti halnya smartphone, yakni dengan meminta pengunjung untuk mematikannya sebelum film dimulai.... detail [...]