i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Web Profil / Portofolio Basic 1

Web Profil/Portofolio Basic 1, aplikasi/software untuk mengelola portofolio (atau bisa juga dijadikan sebagai photo/image gallery) atau untuk menampilkan profil perusahaan maupun perseo [...]

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Aplikasi Web: Custom Form

Aplikasi Web Custom Form, software berbasis web dengan fitur utama adalah pembuatan DYNAMIC FORM (form web dinamis). Form ini terdiri dari berbagai jenis field, seperti field input text [...]

One-Page Portofolio / Gallery 3

One-Page Portofolio / Gallery 3 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

2015
28Juni

"Handphone Sejuta Umat"

Masihkah Anda lekat dengan frasa “henpon sejuta umat”? Kalau ditanyakan sekarang, jawaban yang muncul bisa jadi tergantung dari generasi apa orang yang ditanya. Jadi senyum-senyum sendiri teringat gagah-gagahnya menenteng telepon genggam dengan julukan itu? Bila iya, sebuah cerita sudah bisa dimulai. Bagi generasi 2000-an, frasa “henpon sejuta umat” adalah sebutan yang seketika merujuk pada telepon genggam bermerek Nokia. Sebutan itu sebenarnya adalah plesetan dari julukan “Dai Sejuta Umat” yang lebih dulu kondang melekat pada sosok almarhum KH Zainuddin MZ. Saat itu, telepon genggam masih masuk kategori barang yang cukup mewah untuk dimiliki, setelah versi komersial mulai bertebaran sekitar akhir dekade 90-an. Ada sejumlah merek yang beredar luas—meski tak seluas sekarang—tetapi Nokia-lah yang menjadi penguasa pasar. Pilihan ragam seri, warna, tampilan layar, bahkan bunyi nada dering, menempatkan Nokia tak semata sebagai telepon genggam, tetapi juga semacam “pemeringkat status" pemiliknya. Rasanya, seseorang belum keren kalau belum punya telepon genggam bermerek Nokia dengan nada dering polyphonic.... detail [...]