i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Aplikasi Web: Custom Form

Aplikasi Web Custom Form, software berbasis web dengan fitur utama adalah pembuatan DYNAMIC FORM (form web dinamis). Form ini terdiri dari berbagai jenis field, seperti field input text [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Online Shop Basic 1

Online Shop Basic 1 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Badge/Watermark Image Generator

Badge/Watermark Image Generator adalah aplikasi web yang digunakan untuk membuat badge/watermark atau penanda pada foto/gambar yang biasanya digunakan misalnya pada penanda foto produk [...]

Web Profil / Portofolio Basic 1

Web Profil/Portofolio Basic 1, aplikasi/software untuk mengelola portofolio (atau bisa juga dijadikan sebagai photo/image gallery) atau untuk menampilkan profil perusahaan maupun perseo [...]

2013
07Apr

IF-THEN-ELSE atau Cukup IF saja

Post category: Web Development

Kebiasaan rata-rata programmer adalah menggunakan IF-THEN-ELSE dalam banyak kondisi (bahkan beberapa yang pernah saya temui malah kebablasan dalam menggunakannya karena saking banyaknya menggunakan IF-THEN-ELSE sehingga "agak rumit untuk dibaca"). Padahal kalau mau "diringkas" sebenarnya bisa sehingga tidak perlu menggunakan ELSE tapi cukup IF saja.

Sebagai contoh misalnya ada kondisi ketika mengecek apakah nilainya "enabled" atau "disabled". Rata-rata programmer akan menulis skrip PHP seperti ini

[php]
#skrip 1
if($cek == 'enabled'){
$link = 'aktif';
}else{
$link = 'nonaktif';
}

echo $link;
[/php]


Sekarang coba bandingkan dengan yang ini
[php]
#skrip 2
$link = 'nonaktif';
if($cek == 'enabled'){
$link = 'aktif';
}

echo $link;
[/php]


Hal yang membedakan kedua skrip PHP di atas adalah soal asumsi. Skrip 2 mengasumsikan bahwa nilai variabel $link default-nya adalah "nonaktif" dan HANYA AKAN berubah menjadi "aktif" ketika variabel $cek nilainya sama dengan "enabled".

Skrip 1 tidak memiliki asumsi awal untuk variabel $link (biasanya bahkan diawali dengan $link = ''). Variabel $link akan bernilai "aktif" kalau variabel $cek sama dengan "enabled" sedangkan kalau variabel $cek tidak bernilai "enabled" maka variabel $link akan bernilai "nonaktif"


No comments...
>> Comments closed. <<