i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Online Shop Basic 1

Online Shop Basic 1 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Aplikasi Web: Pre-Order Online Shop

Pre-Order Online Shop adalah paket full-features aplikasi toko online yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis Anda secara online. Fasilitas unggulan yang terdapat pada aplikasi in [...]

One-Page Portofolio / Gallery 2

One-Page Portofolio / Gallery 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini a [...]

Toko Online Barang Digital 1

Toko Online Barang Digital 1 adalah paket full-features aplikasi toko online khusus untuk benda/barang digital seperti aplikasi/software atau ebook pdf, doc dkk yang dapat digunakan unt [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

One-Page Portofolio / Gallery 3

One-Page Portofolio / Gallery 3 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

2010
13Mar

Islam Memaksa Umatnya untuk Kaya

Post category: Default Category

Hal ini memang tidak secara eksplisit dipaparkan dalam Al Qur‘an maupun Hadits. Akan tetapi, coba kita cermati mulai dari rukun Islam terlebih dahulu. Syahadat, shalat dan puasa barangkali belum menunjukkan bahwa agama Islam "memaksa" para pemeluknya untuk menjadi orang kaya. Baru ketika umat Islam ingin melaksanakan rukun Islam ke-4 yakni zakat dan rukun Islam ke-5 yaitu haji ke Baitullah maka "keharusan" untuk menjadi orang kaya ini mulai terasa.

Okelah, kita bisa saja berkilah bahwa zakat dan ibadah haji itu diwajibkan bagi mereka yang mampu saja sedangkan bagi yang tak mampu secara finansial maka hal itu tidak wajib bagi mereka. Lalu apakah kalau kita tak bisa membayar zakat atau melaksanakan ibadah haji maka kemudian kita terus-terusan berpangku tangan dan selamanya menjadi orang yang "tidak wajib" berhaji/berzakat? Tentu tidak bukan! Saya yakin sekali bahwa mukmin yang benar-benar mukmin alias the real mukmin or mukmin kaffah akan rindu sekali supaya dirinya bisa menyempurnakan kelima rukun Islam. Marilah kita melihat dari sisi positifnya saja yakni dengan adanya kewajiban zakat dan haji bisa dijadikan cambuk bagi tiap mukmin agar manjadi orang yang mampu (berkecukupan atau bahkan berlebih) secara finansial sehingga bisa memberikan kemanfaatan kepada lingkungan.

Mungkin Anda berpendapat bahwa untuk berhaji "tidak harus" menjadi orang kaya terlebih dahulu karena toh banyak orang yang secara finansial tak memiliki harta yang melimpah tapi bisa melaksanakan ibadah haji ke tanah suci. Kalau itu sih masalah lain dan merupakan rahasia Allah SWT. Dia berikan jalan bagi siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dan perlu diingat bahwa tak setiap orang mendapatkan "keistimewaan" semacam itu. Kalau sekarang pertanyaannya saya ganti, apakah Anda ingin "menjadi jalan" bagi orang lain untuk dapat melaksanakan ibadah haji? Apakah Anda ingin menghajikan orang tua Anda? Apakah Anda ingin bisa berhaji bersama seluruh anggota keluarga Anda? Apakah Anda ingin menghajikan orang sholeh yang kebetulan tidak diamanahi harta oleh Allah SWT? Kalau jawabannya ya maka tentu semua itu bisa Anda capai ketika Anda memiliki harta yang melimpah.

Tak hanya itu saja karena orang kaya bisa memiliki kesempatan beribadah yang lebih luas daripada orang yang tidak kaya. Bersedekah, berqurban, berinfak dan berwakaf adalah contoh-contoh ibadah yang membutuhkan materi (:baca uang) sehingga bisa terlaksana. Untuk berdakwah secara lebih luas misalnya membuat TV Islami yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia juga memerlukan uang yang tak sedikit. Pilihan mana yang ingin Anda ambil sepenuhnya saya serahkan kepada Anda. Mau jadi orang kaya, orang yang biasa-biasa aja, atau bahkan menjadi orang yang kekurangan itu adalah pilihan. Satu hal yang pasti bahwa tiap pilihan yang Anda tempuh mengandung konsekuensinya masing-masing.


No comments...
>> Comments closed. <<