i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Web Profil / Portofolio Basic 1

Web Profil/Portofolio Basic 1, aplikasi/software untuk mengelola portofolio (atau bisa juga dijadikan sebagai photo/image gallery) atau untuk menampilkan profil perusahaan maupun perseo [...]

One-Page Portofolio / Gallery 2

One-Page Portofolio / Gallery 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini a [...]

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Aplikasi Web: Pre-Order Online Shop

Pre-Order Online Shop adalah paket full-features aplikasi toko online yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis Anda secara online. Fasilitas unggulan yang terdapat pada aplikasi in [...]

Template: ANIME-MAX

ANIME-MAX adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk situs yang menyediakan link download atau nonton online video dalam kasus ini contohnya adalah anime ta [...]

Template Toko Online: Shopper

SHOPPER adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping cart, det [...]

2009
06Apr

Mencermati Fenomena Social Networking

Post category: Komputer dan Teknologi

“Sebentar ya... aku ganti status dulu!”, ungkapan semacam ini barangkali sudah sering Anda temui dalam kehidupan sekarang ini. Fenomena social networking di internet sebenarnya udah cukup lama ada hanya saja di Indonesia baru tahun-tahun belakangan mulai tumbuh dengan pesat seiring dengan makin terjangkaunya tarif koneksi internet dan (semoga) menjadi titik tolak kesadaran masyarakat akan teknologi informasi. Entah karena pada ikut-ikutan tokoh tertentu (latah) atau memang karena masyarakat udah benar-benar melek teknologi. Masalah itu tidak akan dibahas lebih lanjut tapi kali ini yang akan dibahas lebih mendalam adalah dampak yang muncul di masyarakat akibat adanya social networking.

Segala sesuatu pasti memiliki sisi hitam (sisi buruk) dan sisi putih (sisi baik), entah yang hitam yang dominan atau sebaliknya yang jelas kedua hal itu selalu saja ada. Begitu pula dengan fenomena social networking ini. Ada yang beranggapan banyak positifnya dan ada pula sebaliknya. Hal ini tergantung orang yang memanfaatkannya. Sebagaimana pisau yang bisa bermanfaat karena bisa dipakai untuk mengiris bawang, mengupas kulit buah-buahan, menyembelih ayam dsb. Dan di sisi lain kita pun menjumpai bahwa para pencuri/perampok juga sering menggunakan pisau untuk melancarkan aksinya bahkan tak segan-segan membunuh korban dengan pisau yang dibawanya. Kalau demikian siapa yang salah? Apakah pisaunya yang salah? Ataukah para penggunanya yang salah? Atau yang nulis tulisan ini yang salah? Anda pasti sudah tahu jawabannya.

Perumpamaan di atas pun bisa kita analogikan dalam mencermati fenomena social networking. Coba cermati berbagai macam pemberitaan yang muncul di media. Anda mungkin sudah pernah mendengar ada sekumpulan siswa yang di-skors selama beberapa hari oleh pihak sekolah karena ketahuan mengolok-olok salah satu guru yang tidak mereka sukai di Facebook. Atau mungkin Anda jengkel melihat tampang para caleg yang muncul di Facebook untuk “memperkenalkan diri” mereka. Atau mungkin Anda pernah mendengar bahwa ada perusahaan yang memblokir akses ke Facebook.com, Friendster.com, MySpace.com gara-gara karyawannya pada asyik surfing ketimbang menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Di sisi lain ada juga orang yang mendapatkan order gara-gara maen-maen di Facebook. Atau Anda adalah salah satu orang yang beruntung karena mendapatkan pendamping hidup dari salah satu situs social networking? Siapa tahu? Jodoh kan gak tahu dari mana datangnya! Intinya adalah the man behind the gun.


No comments...
>> Comments closed. <<