Mencermati Fenomena Social Networking
published by Moch. Iqbal Chahyadi
kategori posting: Komputer, telah ditampilkan sebanyak 1002 kali
“Sebentar ya... aku ganti status dulu!”, ungkapan semacam ini barangkali sudah sering Anda temui dalam kehidupan sekarang ini. Fenomena social networking di internet sebenarnya udah cukup lama ada hanya saja di Indonesia baru tahun-tahun belakangan mulai tumbuh dengan pesat seiring dengan makin terjangkaunya tarif koneksi internet dan (semoga) menjadi titik tolak kesadaran masyarakat akan teknologi informasi. Entah karena pada ikut-ikutan tokoh tertentu (latah) atau memang karena masyarakat udah benar-benar melek teknologi. Masalah itu tidak akan dibahas lebih lanjut tapi kali ini yang akan dibahas lebih mendalam adalah dampak yang muncul di masyarakat akibat adanya social networking.
Segala sesuatu pasti memiliki sisi hitam (sisi buruk) dan sisi putih (sisi baik), entah yang hitam yang dominan atau sebaliknya yang jelas kedua hal itu selalu saja ada. Begitu pula dengan fenomena social networking ini. Ada yang beranggapan banyak positifnya dan ada pula sebaliknya. Hal ini tergantung orang yang memanfaatkannya. Sebagaimana pisau yang bisa bermanfaat karena bisa dipakai untuk mengiris bawang, mengupas kulit buah-buahan, menyembelih ayam dsb. Dan di sisi lain kita pun menjumpai bahwa para pencuri/perampok juga sering menggunakan pisau untuk melancarkan aksinya bahkan tak segan-segan membunuh korban dengan pisau yang dibawanya. Kalau demikian siapa yang salah? Apakah pisaunya yang salah? Ataukah para penggunanya yang salah? Atau yang nulis tulisan ini yang salah? Anda pasti sudah tahu jawabannya.
Perumpamaan di atas pun bisa kita analogikan dalam mencermati fenomena social networking. Coba cermati berbagai macam pemberitaan yang muncul di media. Anda mungkin sudah pernah mendengar ada sekumpulan siswa yang di-skors selama beberapa hari oleh pihak sekolah karena ketahuan mengolok-olok salah satu guru yang tidak mereka sukai di Facebook. Atau mungkin Anda jengkel melihat tampang para caleg yang muncul di Facebook untuk “memperkenalkan diri” mereka. Atau mungkin Anda pernah mendengar bahwa ada perusahaan yang memblokir akses ke Facebook.com, Friendster.com, MySpace.com gara-gara karyawannya pada asyik surfing ketimbang menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Di sisi lain ada juga orang yang mendapatkan order gara-gara maen-maen di Facebook. Atau Anda adalah salah satu orang yang beruntung karena mendapatkan pendamping hidup dari salah satu situs social networking? Siapa tahu? Jodoh kan gak tahu dari mana datangnya! Intinya adalah the man behind the gun.
Artikel-artikel yang sejenis:
- What is cAsE SenSItiVe?
- From X-periment to X-perience Bagian 3 (Sedikit tentang 000webhost)
- Dengan atau tanpa WWW
- Bikin Website/Blog Sendiri dengan Hosting Gratis
- Kekuatan Internet
- From X-periment to X-perience Bagian 2 (Sisi Lain)
- Pentingya Inisiatif dalam Industri Kreatif
- Saatnya Berpindah Akses Internet dari XL ke IM3
- Domain .co.cc Gratis Atau Semi-Gratis? (Bagian 1)