i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 1

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

Aplikasi Web: WebReview-Series 1

Web Review-Series 1 adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda yang ingin membuat situs yang berisi review dari berbagai hal. Review tentang suatu produk, Review tentang suatu te [...]

Aplikasi Web: Custom X

Aplikasi Web Custom X, software berbasis web dinamis dengan fitur utama adalah pembuatan SURVEY dan/atau POLLING dengan jumlah yang tidak dibatasi. Selain itu aplikasi ini juga memiliki [...]

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Aplikasi Web: Online Shop PRO 2

Toko Online Pro 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Toko Online Pro 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

2014
08Juli

Nilai Sebuah Kegagalan

Google I/O selalu menghadirkan banyak sesi diskusi maupun workshop yang sangat menarik dan tentunya juga memberi banyak pengetahuan baru. Salah satu sesi yang saya ikuti adalah diskusi panel berjudul "Silicon Valley Startups and Incubators vs Global Ones". Sesi diskusi ini dimoderasi oleh Amir Shevat (Google) dan diikuti oleh panelis yang terdiri dari Aaron Haris (Y Combinator), Eden Shochat (Aleph VC), Fadi Bishara (Blackbox Connect), dan Roy Glasberg (Google). Diskusi tersebut intinya membahas apa saja perbedaan startup yang berasal dari Silicon Valley dengan startup di luar Silicon Valley. Satu kata kunci dari diskusi ini adalah "permission to fail". Ekosistem yang terbentuk di Silicon Valley memberikan semacam "izin" untuk startup melakukan kesalahan, bahkan hingga menjadi gagal. Startup yang gagal tidak kemudian dicibir apalagi dipermalukan, karena mereka percaya bahwa sukses itu dimulai dari gagal. Tentu saja konteks "gagal" di sini bukanlah sebuah tujuan bagi para pendiri startup di Silicon Valley. Konteksnya lebih kepada mereka memahami kegagalan sebagai bagian dari sebuah proses membangun mimpi mereka. Mereka berpikir melakukan banyak hal dengan lebih cepat, seperti me-release versi beta dari produk mereka lebih cepat, dengan tujuan untuk mendapatkan feedback dari beta tester maupun dari calon user. Jika pada akhirnya mereka gagal ataupun melakukan kesalahan, mereka akan mempelajari dengan cepat dan menganalisa apa yang menjadi penyebab, hingga pada akhirnya mereka bisa melakukan iteration (perbaikan) pada produknya dan pivot ke arahan produk yang berikutnya. Fail fast, fail forward.... detail [...]