i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

One-Page Portofolio / Ga..

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan [...]

Toko Online Barang Digit..

Toko Online Barang Digital 1 adalah paket full-features aplikasi toko online khusus untuk benda [...]

Profile / Portofolio Pro..

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 2, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau unt [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan unt [...]

Aplikasi Web: URL Shorte..

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang me [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari [...]

2011
30Apr

Omong Kosong "Aktivis" Open Source

Post category: Selingan

Judul kali ini emang agak "beda". Lagi-lagi saya "harus" membahas mengenai copas (copy-paste), topik yang nampaknya tak pernah usang karena memang tak henti-hentinya orang melakukan copas (baik yang positif terlebih lagi yang negatif). Baru-baru ini saya dikejutkan dengan penemuan tindakan copas (:baca pembajakan) salah satu artikel yang ada di blog ini. Beberapa tulisan saya terdaulu mungkin sudah sedikit membahas mengenai topik sejenis, hanya saja untuk kali ini "pelakunya" bisa dibilang "Aktivis" Open Source (mungkin, saya sendiri juga tak terlalu yakin).

Mengapa kok saya bilang "Aktivis"? Ya, coba aja lihat embel-embel yang ada di blognya, mulai dari Ubuntu Count Down (ini banner untuk menyambut rilis Ubuntu 11.04), slogan-slogan "berbau free software dan open source", link ke berbagai disto GNU/Linux dll sbg dst gitulah pokoknya. Beberapa tulisannya (saya memang belum sempat membaca semua dan lagian ngapain juga membaca semuanya?) menggembar-gemborkan open source, free software, aplikasi legal dkk. Lha, lalu apa artinya semua "propaganda" itu kalau manusia yang menyuarakannya hobinya juga "membajak". Mungkin ini juga yang menyebabkan penegakan penggunakan "software legal" di negara ini tak kunjung beres. Lha wong aparat yang "menegakkan hukum" aja masih menikmati "software bajakan" (mungkin)?

Bahkan yang lebih bikin miris lagi, rupanya artikel saya yang "dibajak" ini diaku-aku sebagai "tulisan karyanya" dan sudah dimasukkan ke sebuah surat kabar (dan dimuat kayaknya). Oh, ya ada satu hal yang kelupaan, di sidebar blognya padahal ada tulisan yang intinya begini: "Silakan copas tulisan yang ada di blog ini (bla bla bla....) asalkan sebutkan sumbernya" :) Saya jadi pengen tertawa!

Saya jadi teringat juga mengenai pengalaman dua blogger lain (yang cukup terkenal di kalangan blogger di Indonesia) yang mengalami nasib yang bahkan "lebih menyakitkan". Tulisan-tulisan dari dua blogger ini "dibajak" oleh seseorang kemudian dijadikan sebuah buku (dan tentunya dijual di toko-toko buku).

Pada "kasus copas" yang dulu-dulu mungkin saya masih "sedikit maklum" karena pelakunya adalah blogger baru (yang bisa jadi masih malas untuk menulis dan mungkin memang sedang tak punya ide). Tapi, untuk yang satu ini ("Sang Aktivis" Open Source maksudnya) saya tak habis pikir apakah beliau memang "Aktivis" Open Source atau cuman ikut-ikutan euforia Open Source tanpa tahu makna dan arti semangat yang dibawa oleh Komunitas Open Source (dan nampaknya beliau ini juga udah cukup lama terjun ke dunia blogging). Saya terus terang belum bisa disebut Aktivis Open Source karena saya baru pada tahap menggunakan produk Open Source dan sedikit cerita tentang pengalaman menggunakan Open Source. Satu lagi, tulisan ini tidak bermaksud men-generalisasi-kan bahwa semua Aktivis Open Source sama dengan "Aktivis" Open Source yang sedang saya bahas ini.

Oh, ya jadi pengen membahas mengenai bocah Indonesia yang katanya "membuat software antivirus sendiri" dan belakangan ternyata software yang dibuatnya merupakan hasil "copas" dari produk Open Source dan bocah ini tidak menyebutkan bahwa apa yang dibuatnya adalah "hasil dari tempat lain". Masih untung software antivirus tersebut berbentuk freeware. Dan untungnya pihak yang membuat engine antivirus ini tidak marah kepada Sang Bocah dan malah mengapresiasi, cuman beliau mengingatkan bahwa kalau memang bukan buatan sendiri jangan diaku-aku. Perkembangan selanjutnya daris "kasus ini" saya tak terlalu mengikuti.

Terakhir, saya sengaja tidak membeberkan artikel mana yang "di-copas" dan juga siapa orang yang "meng-copas". Saya cuman mau menjadikan ini sebuah pelajaran yang mungkin berguna bagi siapa saja yang membacanya (dan pelajaran bagi saya pribadi). Saya juga belum berkeinginan untuk memproteksi tulisan yang ada di blog ini dengan berbagai metode yang sudah ada (dan nampaknya hampir semuanya tidak efektif).


Hilfan | 01 Nov 2011
kosong
Komentar: langsung saja ditembak (dituliskan) siapa yang plagiat, ditaruh dimana, dan dituliskan sumber tulisan aslinya... supaya lebih hot untuk ditelusuri...
spinx04 | 01 Nov 2011
kosong
Komentar: aku juga pernah merasakan hal yang sama (_ _')
artikel ini:
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=141986

udah di copas sama macam2 situs tanpa menyertakan sumber pula, padahal udah diingatkan... (_ _')

yang paling parah ya itu, pengelola situs yang bersangkutan copas bulat2, seolah2 itu hasil usahanya sendiri (_ _')

*apa susah nya sih edit dikit, or setidaknya sebutkan sumber di bawahnya, toh kita juga buat supaya dibaca sama orang lain...mau di copas juga terserah, asal jangan ngaku2...(_ _')

maaf share cerita ga penting, cuma pingin berbagi pengalaman aja sama yang udah bernasib sama...(^_^)

sekian,
*hapus aja post ini kalo bikin semak (^_^)v

best regard,
spinx04
Kalem Bro | 08 Feb 2012
http://google.com
Komentar: Yaelah... emang "aktivis" biasanya cuma bisa Omong Doang!! makanya saya gak mau jadi aktivis hahaha...

Kalem aja bro!! Biarin dia dpt karmanya nanti
>> Comments closed. <<