i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 2

URL Shortener Complete 2 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 1

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Aplikasi Web: Online Shop PRO 2

Toko Online Pro 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Toko Online Pro 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

Anime/Movie Community Sharing (FullCustom)

Produk ini adalah aplikasi web full-custom yang diperuntukkan bagi Anda yang ingin membuat situs/web yang dapat menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengunjung. Video an [...]

Profile / Portofolio Pro 2

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 2, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

2011
19Juli

Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan singkat sebelumnya Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 1). Saya jadi teringat dengan pengalaman beberapa bulan yang lalu ketika saya iseng-iseng mengakses halaman web salah satu universitas yang cukup terkenal di Indonesia. Hasilnya adalah saya bisa melihat data (cukup detail) mahasiswa dari universitas yang bersangkutan (saya baru mencoba sekitar 5 data lebih dan nampaknya "mungkin semuanya juga bisa?"). Apa penyebabnya? Ini bukan jawaban yang pasti tapi saya menduga Sang "Programmer" lupa untuk mengecek "siapa boleh mengakses apa". Akibatnya, pengguna yang tidak berhak melihat data pun bisa juga melihatnya. Sampai saat saya menulis tulisan ini, saya baru bisa melihat saja ... dan mungkin saja kalau Sang "Programmer" benar-benar ceroboh maka saya bisa melakukan hal yang lain. Akan tetapi harapan saya semoga itu tidak terjadi dan cukup "bagian itu saja yang bolong".

Hal seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti "kelupaan", "keteledoran", dan hal yang paling parah adalah "ketidaktahuan (atau ke-tidak-mau-tahu-an)". Kalau kelupaan mungkin masih bisa ditoleransi (karena terlalu banyak yang dikerjakan sehingga ada bagian yang terlewatkan). Kalau keteledoran mungkin masih juga "masih agak bisa" ditoleransi (meskipun ada batas toleransinya) dan kalau ketidaktahuan penyebabnya maka hal ini yang parah dan kebangetan (keterlaluan dan tak bisa diberi toleransi?).