i Blogger and U?

from X-periment to X-perience

2011
19Juli

Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 2)

di-publish pada 19 Juli 2011, ditampilkan sebanyak 432x

Share posting ini di:
Share on Facebook Reddit Del.icio.us Digg Technorati Slashdot Google Bookmarks Mixx Blinklist Yahoo MyWeb

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan singkat sebelumnya Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 1). Saya jadi teringat dengan pengalaman beberapa bulan yang lalu ketika saya iseng-iseng mengakses halaman web salah satu universitas yang cukup terkenal di Indonesia. Hasilnya adalah saya bisa melihat data (cukup detail) mahasiswa dari universitas yang bersangkutan (saya baru mencoba sekitar 5 data lebih dan nampaknya "mungkin semuanya juga bisa?"). Apa penyebabnya? Ini bukan jawaban yang pasti tapi saya menduga Sang "Programmer" lupa untuk mengecek "siapa boleh mengakses apa". Akibatnya, pengguna yang tidak berhak melihat data pun bisa juga melihatnya. Sampai saat saya menulis tulisan ini, saya baru bisa melihat saja ... dan mungkin saja kalau Sang "Programmer" benar-benar ceroboh maka saya bisa melakukan hal yang lain. Akan tetapi harapan saya semoga itu tidak terjadi dan cukup "bagian itu saja yang bolong".

Hal seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti "kelupaan", "keteledoran", dan hal yang paling parah adalah "ketidaktahuan (atau ke-tidak-mau-tahu-an)". Kalau kelupaan mungkin masih bisa ditoleransi (karena terlalu banyak yang dikerjakan sehingga ada bagian yang terlewatkan). Kalau keteledoran mungkin masih juga "masih agak bisa" ditoleransi (meskipun ada batas toleransinya) dan kalau ketidaktahuan penyebabnya maka hal ini yang parah dan kebangetan (keterlaluan dan tak bisa diberi toleransi?).

Random Artikel: