i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Aplikasi Web: Online Shop PRO 1

Toko Online Pro 1 adalah paket full-features aplikasi toko online yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis Anda secara online. Aplikasi ini memiliki fitur-fitur unggulan dan lengk [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Online Shop Basic 1

Online Shop Basic 1 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Aplikasi Web: WebReview-Series 2

Web Review-Series 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Web Review-Series 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini adalah theme yang respons [...]

Badge/Watermark Image Generator

Badge/Watermark Image Generator adalah aplikasi web yang digunakan untuk membuat badge/watermark atau penanda pada foto/gambar yang biasanya digunakan misalnya pada penanda foto produk [...]

Aplikasi Web: Pre-Order Online Shop

Pre-Order Online Shop adalah paket full-features aplikasi toko online yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis Anda secara online. Fasilitas unggulan yang terdapat pada aplikasi in [...]

2011
19Juli

Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan singkat sebelumnya Otentikasi berdasarkan Asumsi (bagian 1). Saya jadi teringat dengan pengalaman beberapa bulan yang lalu ketika saya iseng-iseng mengakses halaman web salah satu universitas yang cukup terkenal di Indonesia. Hasilnya adalah saya bisa melihat data (cukup detail) mahasiswa dari universitas yang bersangkutan (saya baru mencoba sekitar 5 data lebih dan nampaknya "mungkin semuanya juga bisa?"). Apa penyebabnya? Ini bukan jawaban yang pasti tapi saya menduga Sang "Programmer" lupa untuk mengecek "siapa boleh mengakses apa". Akibatnya, pengguna yang tidak berhak melihat data pun bisa juga melihatnya. Sampai saat saya menulis tulisan ini, saya baru bisa melihat saja ... dan mungkin saja kalau Sang "Programmer" benar-benar ceroboh maka saya bisa melakukan hal yang lain. Akan tetapi harapan saya semoga itu tidak terjadi dan cukup "bagian itu saja yang bolong".

Hal seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti "kelupaan", "keteledoran", dan hal yang paling parah adalah "ketidaktahuan (atau ke-tidak-mau-tahu-an)". Kalau kelupaan mungkin masih bisa ditoleransi (karena terlalu banyak yang dikerjakan sehingga ada bagian yang terlewatkan). Kalau keteledoran mungkin masih juga "masih agak bisa" ditoleransi (meskipun ada batas toleransinya) dan kalau ketidaktahuan penyebabnya maka hal ini yang parah dan kebangetan (keterlaluan dan tak bisa diberi toleransi?).