i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Web Profil / Portofolio Basic 1

Web Profil/Portofolio Basic 1, aplikasi/software untuk mengelola portofolio (atau bisa juga dijadikan sebagai photo/image gallery) atau untuk menampilkan profil perusahaan maupun perseo [...]

Aplikasi Web: Forum Mirip Twitter

Aplikasi ini merupakan aplikasi layaknya forum pada umumnya. Hal spesial dari aplikasi ini adalah adanya tambahan yang mirip dengan Twitter. Fitur-fitur yang dimiliki antara lain: foll [...]

Aplikasi Web: WebReview-Series 2

Web Review-Series 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Web Review-Series 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini adalah theme yang respons [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

2014
22Apr

Penggunaan QR-Code untuk Mempermudah Sensus Barang di Kota Cilegon

Post category: Download

JUDUL:
Penggunaan QR-Code untuk Mempermudah Sensus Barang di Kota Cilegon

CUPLIKAN:
Sistem Informasi Inventaris Barang Daerah merupakan sebuah sistem informasi yang lahir karena adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Sistem Informasi ini dibuat untuk menjamin suatu pemerintahan dapat mencapai status good governance. Karena memiliki dasar hukum dan pedoman operasional pada tingkat nasional, maka sistem informasi ini sudah banyak digunakan di berbagai tingkat pemerintahan. Selain dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (KEMENDAGRI), sistem ini juga banyak dikembangkan oleh banyak software developer. Namun, sistem yang telah dibuat ini tidak selamanya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sebagai contoh di Kota Cilegon. Meskipun sudah memiliki Sistem Informasi Barang Daerah (SIMBADA) yang dikembangkan oleh KEMENDAGRI, Pemerintah Kota Cilegon merasa sistem tersebut belum sesuai dengan keadaan di lapangan.

Salah satunya adalah pada saat melakukan sensus barang yang dilakukan tiap tahun, petugas kesulitan untuk menginput data ke sistem. Sehingga perlu dilakukan pengembangan perangkat lunak agar pada saat melakukan sensus barang, petugas yang bekerja di lapangan dapat dengan mudah mengakses SIMBADA, terlebih pada bagian penginputan data barang yang disensus. Dari penelusuran penulis di Internet melalui pencarian di Google Search menggunakan kata kunci ???Sistem Informasi Barang Daerah???, hanya Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kota Pontianak yang masuk pada halaman pertama hasil pencarian Google. Hal ini mengindikasikan bahwa SIMBADA yang digunakan di pemerintahan masih sangat sedikit yang bisa diakses melalui Internet, sebagaian besar mungkin hanya dapat diakses melalui intranet. Padahal dengan mempublikasikannya di Internet, SIMBADA akan semakin memiliki arti dan akan banyak fitur-fitur yang dapat dikembangkan. Sebagai contoh SIMBADA Pemerintah Kota Banda Aceh. Sistem informasi tersebut memberikan infomasi yang sangat terbuka untuk publik, dilengkapi dengan peta penyebaran barang/aset.

URL DOWNLOAD: Penggunaan QR-Code untuk Mempermudah Sensus Barang di Kota Cilegon


No comments...
>> Comments closed. <<