i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 1

URL Shortener Complete 1 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Aplikasi Web: Custom Form

Aplikasi Web Custom Form, software berbasis web dengan fitur utama adalah pembuatan DYNAMIC FORM (form web dinamis). Form ini terdiri dari berbagai jenis field, seperti field input text [...]

Aplikasi Web: Custom X

Aplikasi Web Custom X, software berbasis web dinamis dengan fitur utama adalah pembuatan SURVEY dan/atau POLLING dengan jumlah yang tidak dibatasi. Selain itu aplikasi ini juga memiliki [...]

Profile / Portofolio Pro 1

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 1, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

Aplikasi Web: URL Shortener Complete 2

URL Shortener Complete 2 adalah aplikasi yang membantu Anda untuk menjalankan situs/web yang memiliki fasilitas URL shortener. Pemendek URL sesuai namanya berfungsi untuk memangkas alam [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

Pentingnya Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dalam Perkembangan Industri Kreatif

Category: Komputer dan TeknologiDate:
Sunday, 18 Oct 2009

Jaman telah berubah, apa yang dulu membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkannya sekarang dalam hitungan menit sudah tersedia di depan mata. Hari ini ada rilis singel baru dari penyanyi favorit Anda di Amerika maka mungkin beberapa hari ke depan singel tersebut sudah bisa "dinikmati" di internet. Selain itu, pernahkan Anda mendengar berita beberapa tahun yang lalu bahwa beberapa bulan ke depan sebuah sistem operasi baru akan segera di-launching pasaran dan diklaim oleh pembuatnya tidak bisa (atau susah?) dibajak tapi ternyata belum sempat dirilis ke pasaran, hasil cracking-nya sudah tersedia bagi publik. Ternyata yang berubah bukan hanya jaman melainkan juga manusia. Beberapa waktu yang lalu (dan kelihatannya belum akan berhenti), kita bisa melihat di televisi, membaca di internet dan koran bahwa budaya negara Indonesia diklaim habis-habisan oleh negara lain. Budaya yang kita miliki diaku-aku sebagai budaya bangsa lain. Atau Anda pernah mendengar cerita seorang komikus yang karyanya dipuji di mana-mana dan orang-orang menganggap bahwa Sang Komikus tentu mendapat royalti dari hasil karyanya itu, tapi rupanya karakter komik yang dibuat oleh Sang Komikus tersebut "diambil" oleh pihak lain dan kemudian diterbitkan tanpa ijin dari pemiliknya. Fenomena di atas hanya sebagian kecil saja dari kasus-kasus yang berkaitan dengan industri kreatif yakni industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. [^]

Budaya yang merupakan warisan dan sekaligus hasil karya megah dari para leluhur adalah salah satu aset dalam industri kreatif yang sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia dan jumlahnya sangat melimpah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Ini merupakan potensi dahsyat yang jarang dimiliki oleh negara-negara lain di dunia. Indonesia sudah memilikinya, tinggal bagaimana mendayagunakan apa yang sudah dimiliki dalam mendorong kemajuan perkembangan industri kreatif di masa sekarang dan terlebih lagi di masa yang akan datang.

Perkembangan komputer dan teknologi informasi saat ini semakin memantapkan perkembangan industri kreatif. Berbekal komputer dan internet, saat ini hampir tiap orang bisa "berkreasi" menurut kemampuannya masing-masing. Saat ini merupakan hal yang lumrah jika ada band yang isinya hanya satu orang saja (band solo?). Mengapa hal itu bisa terjadi? Hal pertama adalah karena banyak orang yang memiliki kreativitas tinggi tapi sedikit yang memiliki akses ke industri rekaman. Akhirnya mereka berkreasi sendiri "dengan hanya berbekal" komputer dan internet maka hasil karya mereka bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia (bahkan dunia) dengan biaya yang lebih murah. Lalu bagaimana mereka mendapatkan keuntungan dari hasil karya mereka itu? Ada banyak cara tergantung kreativitas masing-masing. Salah satu yang mungkin Anda kenal adalah dengan menjual Ring Back Tone dan sejenisnya. Sang Kreator tidak perlu susah payah mengkopi hasil karyanya ke CD yang kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah tapi cukup mungkin beberapa CD saja yang kemudian diserahkan ke pihak operator untuk dijadikan Ring Back Tone.

Atau mungkin yang lebih ekstrim lagi adalah kisah sebuah grup band yang membagi-bagikan CD koleksi terbaru ke masyarakat luas seacara gratis malahan sambil bilang, "Silahkan bajak lagu kami sesuka Anda dan jangan lupa sebarkan ke teman-teman!". Biarkan masyarakat "membajak" lagu-lagu tersebut sehingga hampir di tiap tempat ada lagu milik band tersebut. Kalau memang bagus dan banyak yang suka maka keuntungan pasti bisa didapatkan. Karuan saja karena lagu yang mereka buat memang bagus dan disukai masyarakat maka tawaran manggung pun berdatangan dari berbagai pihak. Mulai dari acara anak sekolahan sampai acara pernikahan pun ada.

Kisah lain yang cukup menarik adalah tentang seorang programmer game yang frustasi karena berulang kali produk buatannya telah dibajak oleh orang-orang. Akhirnya ia menempuh jalan lain dalam mendistribusikan produk buatannya itu. Ia membuat proposal ke berbagai perusahaan supaya bersedia memasang iklan di game buatannya dengan kontrak bahwa Sang Programmer akan dibayar ketika iklan tersebut diklik oleh pengguna game. Idenya adalah memasang berbagai iklan di sela-sela game buatannya itu jadi sistemnya pay per click semacam AdSense tapi dipasang di game. Jadi, semakin banyak game buatannya dibajak oleh orang lain maka semakin banyak pula (kemungkinan) uang yang akan diperolehnya dari perusahaan-perusahaan yang telah memasang iklan di game tersebut.

Beberapa kisah di atas hanya sebagian saja dari ide kreatif dari para pelaku industri kreatif dalam menghadapi kondisi pasar saat ini di mana membajak adalah hal yang mudah dilakukan karena memang teknologi sudah sedemikian maju dan payung hukum terhadap para kreator ini belum begitu kuat terutama di Indonesia. Jadi mereka mengambil jalan lain daripada terus menerus mengharapkan hukum ditegakkan maka lebih baik melakukan inisiatif sendiri sambil mengusahakan ditegakkannya perlindungan terhadap hasil karyanya. Mengapa perlindungan terhadap hasil karya penting? Ya, karena usaha di atas hanya bisa dilakukan oleh kreator tertentu yang cukup kreatif saja dan sisanya yang tidak kreatif maka produknya akan dibajak dan tak mendapatkan apa-apa. Bisa jadi dengan tidak adanya perlindungan terhadap hasil karya (:baca perlindungan HKI), maka pihak-pihak yang sebenarnya berpotensi menghasilkan karya yang kompetitif menjadi enggan terjun karena toh nanti produknya juga akan dibajak. Lebih jauh lagi kalau kita tidak mau (tidak bisa) melindungi hasil karya kita maka orang lain (bangsa lain) akan dengan "senang hati" mengklaimnya menjadi hasil karya mereka.

[^] http://www.slideshare.net/togar/industri-kreatif-indonesia


No comments...
>> Comments closed. <<