i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

One-Page Portofolio / Gallery 2

One-Page Portofolio / Gallery 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda (theme yang dipakai pada versi ini a [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Template: ANIME-MAX

ANIME-MAX adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk situs yang menyediakan link download atau nonton online video dalam kasus ini contohnya adalah anime ta [...]

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Template Toko Online: Shopper

SHOPPER adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping cart, det [...]

One-Page Portofolio / Gallery 3

One-Page Portofolio / Gallery 3 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan One-Page Portofolio / Gallery 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

2014
19Agu

Lemahnya Perlindungan Hak Cipta di Indonesia

Hak cipta agar mendapat pengakuan begitu penting bagi setiap hasil karya kreatif. Pengembang asal Indonesia mengeluhkan kekuatan hak cipta yang dimilikinya di Indonesia ketika berada di hadapan dunia internasional. "Hak cipta itu penting banget. Katanya sih kalau sudah terdaftar di Indonesia bakalan punya pengakuan dan kekuatan hak cipta juga dari luar, tapi kayanya belum optimal," kata Indra Gunawan selaku CEO dan Chairman Artoncode. Indra menyebut, penarikan salah satu produk yang dialami pihaknya oleh toko aplikasi Apple App Store menjadi contoh konkrit. Parahnya pihak perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California itu tak memberikan alasan jelas soal penarikan aplikasi buatan Artoncode itu. "Mereka menarik aplikasi kami tanpa alasan yang jelas, itu kan sepihak banget. Lucunya lagi kami nggak bisa melakukan apa-apa atas tindakan itu karena secara aturan di sini belum ada yang berikan kami pembelaan," lirih Indra di ruang Murai, Jakarta Convention Center (JCC). Lebih lanjut, Indra mengaku bahwa pihaknya ingin mendorong agar pemerintah memiliki perlindungan penuh kepada para pengembang lokal agar mereka bisa bebas berkarya. Selain itu, perlindungan secara regulasi akan menjadikan industri kreatif Indonesia punya standar yang sesuai dengan dunia internasional.... detail [...]