i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Web Profil / Portofolio Basic 2

Web Profil/Portofolio Basic 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Web Profil/Portofolio Basic 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Profile / Portofolio Pro 1

Aplikasi Profil / Portofolio Pro 1, software berbasis web untuk pengelolaan portofolio atau untuk menampilkan profil baik perusahaan maupun perseorangan. Selain itu software ini dapat p [...]

Template: ANIME-MAX

ANIME-MAX adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk situs yang menyediakan link download atau nonton online video dalam kasus ini contohnya adalah anime ta [...]

Quintessential Player, Media Player dengan Tampilan Futuristik

Category: BloggingDate:
Friday, 07 Nov 2008

WinAmp barangkali masih menjadi rajanya media player karena media player yang satu ini hampir selalu ada di tiap komputer para pengguna sistim operasi windows baik itu pengguna awam maupun pengguna profesional sekalipun. Selain WinAmp, ada pula hasil kloningannya yaitu XMMS (X Multimedia System). Hanya saja XMMS berjalan di sistem operasi open source yang mulai naik daun dan banyak dilirik orang yakni GNU/Linux. Sebagaimana pendahulunya, XMMS pun hampir selalu dapat kita temui di desktop para pecinta GNU/Linux. Namun, terlepas dari adanya suatu dominasi dari kedua media player tersebut, sebenarnya kalau kita mau, di internet banyak sekali bertebaran media player alternatif yang dapat Anda coba sesuai dengan kegemaran Anda masing-masing. Salah satu alternatif tersebut adalah sebuah media player bernama Quintessential Player dari Quinnware.com

Dengan tampilan default-nya yang elegan dan futuristik, media player yang satu ini siap menggantikan media player lainnya yang telah terinstal di komputer Anda saat ini. Sekilas model penataan window-nya mirip sekali dengan WinAmp maupun XMMS, tapi tanpa adanya equalizer. Namun jangan khawatir karena Anda bisa mengaktifkannya sendiri kalau memang diperlukan.

Secara sekilas mungkin Quintessential Player tak jauh berbeda dengan berbagai macam media player yang telah Anda kenal slama ini. Hanya saja terdapat beberapa fasilitas tambahan yang membuatnya tampil beda dari yang lain. Misalnya Anda telah memasukkan berbagai macam lagu dari artis/penyanyi yang berbeda-beda pula dalam playlist. Hal ini tentu akan membuat playlist menjadi tampak penuh. Akibatnya ketika Anda ingin memainkan satu lagu kesayangan, maka Anda perlu menaik-turunkan scroll bar guna menemukan lagu yang dimaksud. Kalau jumlah lagu yang ada di playlist hanya puluhan saja, mungkin tak akan menjadi masalah. Akan tetapi, bayangkan kalau Anda telah menyusun daftar lagu-lagu yang jumlahnya lebih dari 400-an lagu. Tentu akan sangat merepotkan bukan kalau Anda harus memutar-mutar scroll bar hanya untuk menemukan sebuah lagu kesayangan.

Tapi jangan khawatir karena Quintessential Player telah dilengkapi dengan fasilitas pencarian lagu di playlist berdasarkan tag yang ada dalam suatu file audio. Anda hanya perlu mengetikkan nama penyanyi atau judul lagunya saja pada kolom search di bawah playlist dan otomatis lagu yang dimaksud akan disorot. Tinggal diklik dan lagu pun siap dinikmati.

Selain itu, Quintessential Player juga menyertakan fasilitas pengeditan tag untuk memberi identitas agar suatu file audio mudah dicari nantinya. Caranya dengan klik kanan lagu yang ada di playlist lalu pilih edit. Anda dapat mengubah nama penyanyi, judul lagu, nama album, genre, tahun, dan lain-lain. Setelah semua perubahan selesai, terakhir klik commit untuk menyimpan. Untuk membuat file audio menjadi read only Anda bisa mencentang pilihan File Is Read Only di pojok kanan atas.

Hebatnya, Anda tak hanya dapat mengedit sebuah file audio saja tapi Anda pun dapat mengedit langsung seluruh lagu yang ada di playlist dengan mengklik Multi Edit lalu klik Add Playlist. Untuk mempermudah pemberian nama penyanyi dan judul lagu Anda bisa mencentang Show Path sehingga dapat dilihat nama file dan lokasinya.

 

Bila Anda mengonversi file-file mp3 menjadi format WAV (ukurannya akan jadi lebih besar) atau OGG Vorbis (biasa digunakan di sistem operasi GNU/Linux, lebih fleksibel dari mp3, dan berlisensi open source pula) maka hal itu sangatlah mudah dilakukan. Cukup dengan klik kanan lagu yang ingin dikonversi lalu pilih Convert> Convert selected to> [ogg vorbis] atau [Wav(and other ACM formats)].Kalau ingin mengonversi seluruh lagu di playlist cukup klik kanan sembarang lagu lalu pilih Convert> Convert All to> [ogg vorbis] atau [Wav(and other ACM formats)].

Biasanya orang-orang tertentu juga ingin mendengarkan sebuah lagu dengan ‘‘versi yang agak lain‘‘. Anda dapat memanfaatkan EQ preset dengan mengaktifkan equalizer. Klik enable equalizer dan pilihlah berbagai genre yang ada. Mulai dari Party, Live, Full Treble, Techno, Classical, Club, sampai Dance, Rock maupun Soft Rock. Terus klik tombol ‘‘<‘‘ dan ‘‘>‘‘ sampai ditemukan yang sesuai dengan kesukaan Anda.

 

Untuk lebih menambah manis tampilan, Anda bisa mendownload aneka skins dari situs resmi Quinnware (www.Quinnware.com). Skins yang ada pada umumnya tak hanya mampu mengubah warna media player tapi dapat pula mengubah bentuknya. Untuk berubah dari satu mode ke mode yang lain dari satu skins saja gunakan kombinasi tombol ctrl + 1, ctrl + 2 dan seterusnya tergantung pada skins yang dipilih.

 

Anda tak perlu menampilkan window Quintessential Player untuk menghentikan (stop) sebuah lagu yang tengah diputar. Cukup dengna klik sekali tAnda play warna kuning pada logo Quintessential Player yang ada di sysem tray, lagu pun berhenti. Untuk memainkannya kembali klik sekali lagi pada tempat yang sama.

Untuk membuat Quintessential Player ketika di-minmize langsung berada di system tray, Anda perlu melakukan sedikit trik. Klik kanan Quintessential Player lalu pilih Preferences atau gunakan kombinasi tombol ctrl + p. Pada tab Settings pilih tray icon. TAndai radio button di sebelah tulisan Show icon in system tray when minimized (and hide taskbar icon). Sekarang cobalah me-minimize Quintessential Player.

 

Media player ini mampu menangani file audio standar seperti mp3, ogg vorbis, wma, wav dan sebagainya serta file video seperti avi, mpeg, mpg, wmv tapi sayang file .dat tak dapat dimainkannya. Namun dengan segala kelebihan yang dimiliknya, Quintessential Player layak dijadikan pilihan media player sebagai pelengkap desktop Anda.

Selain hal di atas, Quintessential Player juga bisa Anda install di Linux dengan menggunakan WINE. Tentu secara keseluruhan Quintessential Player di Linux tak bisa semulus ketika dijalankan di Windows. Tapi lumayan lancar dan bisa dijadikan alternatif media player di linux selain yang sudah mapan seperti XMMS, Kaffeine, VLC, AmaroK, MPlayer dsb

 


No comments...
>> Comments closed. <<