i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

Web Profil / Portofolio Basic 1

Web Profil/Portofolio Basic 1, aplikasi/software untuk mengelola portofolio (atau bisa juga dijadikan sebagai photo/image gallery) atau untuk menampilkan profil perusahaan maupun perseo [...]

Web Profil / Portofolio Basic 2

Web Profil/Portofolio Basic 2 memiliki fitur-fitur yang sama persis dengan Web Profil/Portofolio Basic 1 tapi dengan theme/template yang berbeda.

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Starter: Anime/Movie Sharing

Produk yang satu ini adalah aplikasi web yang dikhususkan bagi Anda yang ingin memiliki situs/web yang dengan fasilitas untuk menampilkan anime/movie dan dapat ditonton oleh para pengun [...]

2011
13Feb

Rasa Syukur dan Bandwidth yang Terbatas

Mayoritas manusia kemungkinan akan "gagal bersyukur" ketika terus menerus menerima karunia dan "rezeki" yang terlalu banyak. Tak usah membayangkan yang jauh-jauh tapi coba saja tengok bagaimana orang-orang terbiasa menikmati koneksi internet dengan bandwidth katakanlah 500 kbps dan kemudian suatu waktu ternyata koneksi internetnya sedang ngadat karena satu dan lain hal dan turun ke 100 kbps. Kemungkinan mereka akan "marah-marah dan menggerutu" atau malah mengamuk?.

Sebaliknya, ada orang yang sehari-hari biasa "menikmati internet" mentok di 5 kbps nampaknya akan "lebih bisa bersyukur" ketika tiba-tiba mendapatkan koneksi dengan kecepatan 25 kbps. Padahal kalau dilihat dari angkanya tentu 25 kbps dibandingkan 100 kbps rasanya cukup signifikan, tapi mengapa perasaan tidak terima nampaknya menjangkiti mereka yang koneksinya turun. Ya, mungkin karena udah terlalu sering "memperoleh kenyamanan" sehingga lupa bahwa kenyamanan itu sendiri adalah karunia Allah SWT yang harus disyukuri.