i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Template Toko Online: Shopper Variant

SHOPPER-Variant adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk toko online. Template ini terdiri dari 6 halaman siap pakai yaitu home, product lists, shopping c [...]

WP Plugins: RSS to Post

RtoP adalah WordPress Plugins yang memudahkan untuk membuat post yang content-nya berasal dari blog/web lain dalam hal ini dengan memanfaatkan RSS. RtoP dapat menyimpan banyak RSS da [...]

Aplikasi Web: Custom Form

Aplikasi Web Custom Form, software berbasis web dengan fitur utama adalah pembuatan DYNAMIC FORM (form web dinamis). Form ini terdiri dari berbagai jenis field, seperti field input text [...]

Aplikasi Web: Forum Mirip Twitter

Aplikasi ini merupakan aplikasi layaknya forum pada umumnya. Hal spesial dari aplikasi ini adalah adanya tambahan yang mirip dengan Twitter. Fitur-fitur yang dimiliki antara lain: foll [...]

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

Senangnya Bisa Copy-Paste Tulisan Orang Lain

Category: BloggingDate:
Sunday, 20 Jun 2010

Barusan tidak sengaja membaca sebuah comment di blog orang lain yang nampaknya "mendukung sekali" budaya copas (copy-paste) di kalangan blogger. Alasannya sih karena ilmu dan pengetahuan yang didapatkan oleh seseorang itu kan pada hakekatnya juga hasil meniru dan mencontoh dari gurunya, dari orang tuanya, dari temannya atau dari tempat lain. Jadi sah-sah saja kalau "ilmu dan pengetahuan hasil copas" seperti itu di-copy dengan semena-mena dan seenaknya sendiri.

Silahkan saja bagi anda yang memiliki pandangan semacam itu karena toh saya juga tak bisa melarang orang lain memiliki pendapat. Tapi bagi saya sendiri, cara melihat budaya copas adalah coba saja bayangkan kalau anda yang "menjadi korban" kegiatan semacam itu. Apakah anda rela hasil karya anda digunakan oleh orang lain untuk kepentingannya sendiri? Ataukah anda mau ketika hasil karya anda diaku-aku oleh orang lain sebagai hasil karyanya? Kalau anda mau dan rela ya silahkan saja lakukan copas tanpa merujuk ke asalnya.

Bagi saya, kalau toh terpaksa harus meng-copy dari tempat lain, sebaiknya dikasih embel-embel dari mana tulisan itu diambil sehingga Si Pembuat tulisan tidak kecewa karena tulisannya diambil tanpa "babibu". Keputusan terakhir tetap pada anda sebagai pelaku. Mau "white copas" atau "black copas" itu terserah anda! Tulisan berlanjut ke Marah karena Tulisan diambil Orang Lain


No comments...
>> Comments closed. <<