i (am) Blogger and U?

from X-periment to X-perience

Template: ANIME-MAX

ANIME-MAX adalah HTML template (menggunakan Bootstrap 3.3.6) yang ditujukan untuk situs yang menyediakan link download atau nonton online video dalam kasus ini contohnya adalah anime ta [...]

One-Page Portofolio / Gallery 1

One-Page Portofolio/Gallery adalah paket aplikasi web yang memfasilitasi Anda baik perseorangan maupun korporat yang ingin menampilkan/memajang portofolio/hasil karya/gallery kegiatan/p [...]

Aplikasi Web: Custom X

Aplikasi Web Custom X, software berbasis web dinamis dengan fitur utama adalah pembuatan SURVEY dan/atau POLLING dengan jumlah yang tidak dibatasi. Selain itu aplikasi ini juga memiliki [...]

Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal

"Belajar Online: E-learning - Kuis & Soal", Software/aplikasi e-learning berbasis web yang dapat digunakan oleh pengajar/guru/pembimbing atau perorangan untuk membuat soal/kuis atau per [...]

Online Shop Basic 2

Online Shop Basic 2 adalah paket minimalis aplikasi toko online instan yang dapat digunakan untuk menjalankan bisnis secara online. Aplikasi ini adalah aplikasi toko online yang "sudah [...]

Badge/Watermark Image Generator

Badge/Watermark Image Generator adalah aplikasi web yang digunakan untuk membuat badge/watermark atau penanda pada foto/gambar yang biasanya digunakan misalnya pada penanda foto produk [...]

2010
08Sept

Tradisi Bulan Ramadhan (di Indonesia?)

Post category: Sharing

Ada banyak tradisi/ritual yang dilaksanakan oleh umat islam dalam menyambut bulan suci ramadhan. Ada "tradisi" yang emang ada sejak jaman nenek moyang atau pun "tradisi" yang muncul di era-era sekarang ini. Ada tradisi yang sesuai dengan ajaran islam, ada pula tradisi yang malah bertentangan dengan prinsip-prinsip pokok ajaran islam.

Kita gak akan membicarakan tradisi-tradisi yang dilakukan masyarakat itu apakah syar'i ataukah tidak. Kita hanya akan membicarakan sedikit kebiasaan pemerintah Indonesia menjelang atau ketika bulan ramadhan. Pasti Anda udah pernah mendengar di radio atau menonton di televisi atau membaca di media cetak bahwa menjelang atau ketika bulan ramadhan, pemerintah Indonesia mengeluarkan himbauan (atau "ultimatum" mungkin) kepada diskotik/tempat hiburan untuk berhenti beroperasi selama masa puasa.

Pemerintah beralasan bahwa hal itu dilaksanakan untuk menghormati umat islam selama menjalankan ibadah di bulan ramadhan. Pertanyaannya adalah apakah umat islam hanya "pantas dihormati" di bulan ramadhan saja? Apakah setelah bulan ramadhan usai lantas umat islam boleh dihina, difitnah, dan dijelek-jelekkan?

Kita sebagai umat islam memang harus menghargai upaya yang dilakukan pemerintah itu. Akan tetapi kita gak usah terlalu berharap kepada pemerintah. Seolah-oleh umat islam itu "perlu bantuan" pemerintah dalam menjalankan ibadah puasa supaya khusyu'. Bukankah puasa itu untuk melatih kita menahan diri? Kita gak ga bisa memaksa orang lain untuk tidak makan di depan kita yang sedang puasa?

Seolah-olah kita bilang kepada lingkungan sekitar kita, "Saya sedang puasa lho dan kamu harus membantu saya!". Kalau kita emang bener-bener niat berpuasa maka ketika ada pihak-pihak lain yang makan atau minum di depan kita, jadikan aja itu suatu ujian sewaktu berpuasa. Perumpamaannya seperti kita mengatakan bahwa silahkan saja kalian semua makan dan minum di tempat umum tapi ingat bahwa saya gak akan terpengaruh dengan semua itu karena saya sedang berpuasa.

Meski demikian, saya juga tak melarang kalau ada umat islam yang ingin menutup diskotik, tempat hiburan atau lebih tepatnya tempat maksiat, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku di negeri ini sehingga citra umat islam tidak rusak oleh tindakan sebagian kecil umat islam. Tekadang menjadi sebuah dilema juga ketika umat islam atau warga masyarakat yang lain sudah melaporkan suatu tempat yang dianggap meresahkan warga kepada aparat penegak hukum. Sudah berulang kali dilaporkan tapi tak ada tindakan apapun dari aparat...ya jangan salahkan kalau warga masyarakat akhirnya bertindak sendiri karena pihak yang diharapkan bisa mengayomi warga seakan gak peduli dengan kecemasan yang dirasakan warganya.

Rata-rata tindakan pengrusakan terhadap suatu tempat maksiat adalah karena kejengkelan anggota masyarakat terhadap aparat yang seolah tak peduli dengan laporan yang disampaikan warga masyarakat. Lebih parah lagi media massa mayoritas hanya meng-expose bagian kekerasannya saja tanpa menyampaikan kepada publik tentang penyebab mengapa hal semacam itu bisa terjadi PADAHAL KAN ADA APARAT KEPOLISIAN.


No comments...
>> Comments closed. <<