Presiden Terima Perhitungan Harga BBM Bersubsidi

Posted on

Presiden Joko Widodo menegaskan telah menerima perhitungan harga bahan bakar minyak bersubsidi, dan rencana kenaikan harga akan segera diputuskan.

“Perhitungannya sudah diserahkan ke saya, tinggal kita putuskan saja,” kata Kepala Negara usai memproses Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai pengalihan subsidi BBM di Bandar Lampung, Sabtu.

Presiden tidak menjawab ketika ditanya kapan keputusan itu akan diumumkan.

Baru-baru ini, ada tanda-tanda kebijakan baru tentang harga dan distribusi BBM bersubsidi, menyusul peningkatan subsidi dan kompensasi energi dalam anggaran fiskal. Konsumsi BBM bersubsidi yang terus meningkat membuat alokasi pasokan dalam APBN 2022 terancam.

Presiden menginstruksikan jajarannya untuk secara cermat merumuskan perubahan harga subsidi energi agar tidak menurunkan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi negara.

Pemerintah telah memberikan tiga skema yang terdiri dari pembatasan distribusi BBM tambahan untuk memastikan alokasi BBM suplemen memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Menaikkan batas anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi. Menaikkan harga BBM bagi konsumen dan mengurangi subsidi.

Pemerintah akan menetapkan kebijakan baru tentang subsidi energi, mengingat beban subsidi dalam APBN 2022 mencapai Rp502,4 triliun, terdiri dari subsidi energi Rp208,9 triliun dan kompensasi energi Rp293,5 triliun.

Saat ini, dari sisa 23 juta kiloliter subsidi yang akan diberikan hingga akhir tahun 2022, alokasi untuk salah satu komoditas energi bersubsidi, partalite, telah mencapai 6 juta kiloliter. Oktober. 2022.

Pemerintah juga memberikan tambahan bantuan sosial sebesar Rp 24,7 triliun yang diperoleh dari transfer subsidi BBM.

Leave a Reply

Your email address will not be published.